1IA16_Hassan Falih_Ilmu Budaya Dasar
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia
merupakan sebuah negara kepulauan yang memanjang dari Sabang hingga Merauke
Indonesia memiliki 34 provinsi yang terdiri dari beragam suku bangsa, bahasa,
adat istiadat, dan budaya tak terkecuali kuliner Beragamnya kebudayaan
Indonesia merupakan sebuah warisan dari generasi sebelum ke generasi berikutnya
yang dapat menjadikan sebuah ciri khas suatu daerah. Salah satu kebudayaan yang
diwariskan adalah makanan tradisional. Dari Sabang sampai Merauke memiliki
makanan khas di setiap masing-masing daerah.
Kekayaan
budaya merupakan sebuah warisan turun-temurun dari masyarakat daerah yang dapat
menjadikan identitas daerah tersebut. Salah satu kekayaan budaya Indonesia
adalah makanan tradisional. Makanan tradisional terbagi menjadi dua yaitu
makanan pokok dan makanan selingan atau bisa disebut sebagai kue yaitu jajanan
pasar.
Berdasarkan
hasil kuesioner yang diperoleh, 92 persen masyarakat tertarik dengan jajanan
pasar Indonesia. Jajanan pasar Indonesia memiliki rasa yang lezat, bervariasi,
dan berpenampilan unik. Bukan karena rasa dan penampilan yang menarik saja,
melainkan beberapa jajanan pasar memiliki unsur simbolisme.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Makanan
Tradisional
Makanan
merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuh oleh setiap orang. Makanan
merupakan kebutuhan manusia untuk menunjang kelangsungan hidup yang berguna
untuk pertumbuhan dan membangun sel tubuh, menjaga agar tetap sehat dan
berfungsi sebagaimana mestinya. Dapat dikatakan bahwa fungsi makan secara umum
antara lain makanan sebagai sumber tenaga, makanan sebagai bahan pembangun
serta pertumbuhan tubuh, dan makanan sebagai pengatur aktivitas tubuh. Oleh
karena itu, setiap makhluk hidup membutuhkan makan untuk kelangsungan hidupnya.
Tradisi
berasal dari bahasa latin yaitu tradisio, yang berarti kabar atau penerusan.
Tradisi dapat pula diartikan sebagai sesuatu yang diturunkan secara
turun-temurun dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI), tradisional dapat diartikan sebagai sikap dan cara
berfikir serta bertindak yang selalu berpegang teguh pada norma dan adat
kebiasaan yang ada secara turun temurun.
Tradisi berasal dari bahasa latin yaitu tradisio, yang berarti kabar atau penerusan. Tradisi dapat pula diartikan sebagai sesuatu yang diturunkan secara turun-temurun dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tradisional dapat diartikan sebagai sikap dan cara berfikir serta bertindak yang selalu berpegang teguh pada norma dan adat kebiasaan yang ada secara turun temurun.
B. Ciri-ciri Makanan
Tradisional
Makanan
dapat dikatakan menjadi makanan tradisional apabila makanan tersebut merupakan
warisan dan merupakan ciri khas dalam suatu daerah. Pada dasarnya makanan
dipengaruhi oleh ketersediaan bahan baku dari daerah tempat tinggalnya sehingga
setiap daerah memiliki ciri khas makanannya masing masing. Sebagai contohnya
antara lain makanan di daerah pegunungan dengan makanan di daerah pesisir
pantai. Daerah pegunungan memiliki ketersediaan bahan makanan berupa variasi
jenis tumbuhan yang dominan seperti umbi-umbian, padi, kacangkacangan, dan
sebagainya. Sebaliknya di daerah pantai ketersediaan bahan makanan banyak yang
berasal dari laut seperti ikan, udang, cumi, dan lain sebagainya.
Rasa dan tekstur makanan-makanan tersebut memenuhi selera anggotaanggota khusus keluarga bersangkutan Makanan tradisional merupakan wujud budaya yang berciri kedaerahan, spesifik, beraneka macam dan jenis yang mencerminkan potensi alam daerah masing-masing. Makanan tidak hanya sebagai sarana untuk pemenuhan kebutuhan gizi seseorang, tetapi juga berguna untuk mempertahankan hubungan antar manusia, dapat pula dijual dan dipromosikan untuk menunjang pariwisata yang selanjutnya dapat mendukung pendapatan suatu daerah. Hal ini membuktikan bahwa di Indonesia tidak hanya dikatakan akan kaya akan alamnya, namun juga segala keaneka ragaman budaya dan makanan yang ada.
Beberapa contoh Makanan
Tradisional di indonesia :
Mie Aceh
Aceh merupakan salah
satu provinsi di Indonesia yang terkenal dengan berbagai kuliner khas terbaik
yang bahkan telah mendunia. Saat berkunjung ke Aceh, belum lengkap rasanya jika
Anda tidak bisa mencicipi menu dengan bahan mie kuning tebal plus irisan daging
yang disajikan dalam sup kari gurih dan pedas yang satu ini.
Bika Ambon Sumatera Utara
Jika Aceh mendunia dengan mienya, berbeda lagi dengan Sumatera Utara yang populer dengan bika ambon. Yakni sejenis kue dengan rasa yang sangat lezat. Bika ambon bahkan juga dijual dengan beberapa varian rasa terbaik, seperti keju hingga durian.
BAB III
PENUTUPAN
A.
Kesimpulan
Makanan tradisional adalah makanan yang biasa dikonsumsi
oleh masyarakat tertentu, dengan cita rasa khas yang diterima oleh masyrakat
tertentu.Makanan tradisional yang dimiliki Indonesia merupakan sebuah aset
mahal dan berharga nilainya, karena Makanan
tradisional yang di miliki Indonesia memiliki ciri dan identitas yang
berfungsi sebagai pemerkaya dan pemersatu keragaman kebudayaan yang ada di
Indonesia dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.
DAFTAR PUSTAKA
http://repository.uph.edu/7517/57/Chapter1.pdf
http://eprints.uny.ac.id/66002/4/BAB%20II.pdf
https://brainly.co.id/tugas/28348262
https://www.gotravelly.com/blog/makanan-khas-daerah-di-indonesia-dan-asalnya/
Comments
Post a Comment